Seragam kerja BUMN

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Order Seragam kerja BUMN

 

Bekerja di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) adalah sebuah keberuntungan. Terlebih lagi, jika BUMN itu termasuk pada bidang Kementerian. Misalnya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, dan lain-lain.

 

Bekerja di BUMN juga terbilang nyaman, mengingat banyaknya tunjangan yang diberikan hinga hari tua plus bonus. Penghasilan yang diberikan tergantung hasil kerja dan prestasi, membuat orang-orang mengidam-idamkan bekerja di perusahaan-perusahaan dan kementerian di BUMN.

 

Namun, masih ada orang yang menganggap bahwa BUMN masih diisi orang-orang yang berpikiran kolot, kaku, birokratis, lamban. Berbeda dengan perusahaan startup yang notabene adalah perusahaan swasta.

 

Kini, BUMN sudah berbenah. Baik itu dari segi manajemen pekerja, citra perusahaan, dan seragam kerja BUMN. Untuk beberapa kementerian dan perusahaan, seragam kerja BUMN terdiri atas beberapa macam. Apa saja? Berikut adalah pembahasannya.

 

  1. Macam-macam seragam

Untuk beberapa kementerian dan perusahaan BUMN, diatur tata laksana cara berpakaian. Ada seragam kerja BUMN yang terbagi atas pakaian dinas harian (PDH) dan pakaian dinas lapangan (PDL).

  • Seragam kerja PDH

Seragam kerja PDH atau pakaian dinas harian adalah seragam kerja BUMN model kemeja dengan dua saku di bagian depan. Di bagian lengan, ada tambahan tali kain untuk memudahkan pemakai untuk melipat. Ada juga yang tidak menambahkan tali untuk melipat.

 

Di bagian kerah, menggunakan kerah kemeja. Di bagian depan, ditutup dengan kancing baju. Warna disesuaikan dengan kementerian atau perusahaan BUMN.

 

  • Seragam kerja PDL

Seragam kerja PDL atau pakaian dinas lapangan adalah seragam kerja BUMN dinas dengan model hampir sama menyerupai jaket. Bedanya, terletak pada proses penjahitan kemeja.

 

Seragam PDL menggunakan resleting sebagai pengganti kancing, kerah berdiri, dan tambahan saku di bagian lengan. Seragam ini dikhususkan untuk aktivitas luar ruangan.

 

Setelah mengetahui macam-macam seragam kerja BUMN, berikut ini adalah bahan-bahan yang direkomendasikan untuk pembuatan seragam kerja BUMN.

 

  1. Bahan seragam
  2. Japan drill

Kain ini bersifat kuat dan tebal, sehingga cocok dijahit untuk PDH dan PDL. Komposisi kain dari katun, sehingga nyaman dipakai.

 

  1. American drill

Kain ini merupakan campuran katun dan poliester. Bahan ini sering digunakan untuk PDH. Nyaman dipakai dan mudah menyerap keringat.

 

  1. Taipan drill

Kain ini memiliki tekstur lentur dan tidak mudah kusut. Biasanya digunakan pada seragam PNS, seragam kerja BUMN, dan swasta dengan varian warna.

 

  1. Poliester

Variasinya yang banyak, kemudian dikelompokkan ke low twist hingga high twist. Biasa dijahit untuk PDH dengan tipe twist yang halus dan tahan.

 

  1. Twill cotton

Permukaan kain membentuk diagonal dengan karakter awet dan kuat. Biasa digunakan untuk PDH, PDL, dan jaket.

 

  1. Kanvas

Kain ini termasuk golongan campuran katun dan linen. Biasa dijahit sebagai bahan PDH dengan jenis kain kanvas marsoto dan oxford.

 

  1. Tips memilih bahan seragam kerja dinas
  • Kualitas

Kualitas adalah nomor satu. Kualitas baik menghasilkan seragam kerja BUMN yang tahan lama, kuat, dan nyaman. Konsultasikan pada pihak konveksi untuk menentukan kualitas kain terbaik.

 

  • Kenyamanan

Sesuaikan tujuan pembuatan seragam kerja BUMN, untuk dinas harian dalam ruangan, atau kerja lapangan? Jika untuk PDH, pilih kain yang nyaman, ringan, dan lentur.

 

  • Harga

Beri penawaran harga pada pihak konveksi. Semakin mahal, semakin bagus kualitasnya.

 

Itulah hal yang perlu diperhatikan sebelum order seragam kerja BUMN. Butuh seragam kerja BUMN? CekĀ  Klik >> SERAGAM KERJA